Upaya dan Pencapaian Nestle Terkait Ramah Lingkungan

Upaya dan Pencapaian Nestle Terkait Ramah Lingkungan

Perusahaan industri yang semakin banyak turut serta menyebabkan perubahan iklim. Agar tidak mengakibatkan dampak negative lingkungan, tiap perusahaan musti menerapkan segala sesuatu yang ramah lingkungan. Jika tidak, permasalahan lingkungan bisa semakin parah seperti pencemaran lingkungan, krisis energi, dan pemanasan global.

Apa Itu Ramah Lingkungan?

Ramah lingkungan (eco-friendly) artinya tidak merusak lingkungan & mengganggu keseimbangan ekosistem di dalamnya. Tentu saja, eco-friendly terkait dengan ekologi dan ekonomi. Konsepnya sangat baik diterapkan guna menjaga kelangsungan lingkungan.

Dengan mengembangkan & memasarkan produk yang eco-friendly, salah satu keuntungannya adalah menjaga SDA, meningkatkan kualitas kesehatan, mengurangi pencemaran lingkungan, mengurangi limbah, mengurangi penggunaan energi, dan mengurangi emisi.

Produk dengan sinar matahari sebagai sumber energi alternatif adalah salah satu contoh produk yang ramah lingkungan. Kini, produk-produk eco-friendly dapat ditemukan di pasaran dengan mudah seperti pemanas air tenaga surya, lampu tenaga surya, komputer ramah lingkungan, jam tangan tenaga surya, dll.

Apakah Nestle Turut Serta dalam Upaya Ramah Lingkungan?

Komitmen Nestle sangat kuat dalam Upaya keramahan lingkungan. Program zero waste adalah salah satu buktinya. Total 182 pabrik Nestle Indonesia sukses melakukan zero waste pada akhir 2016. Di sini, Nestle tidak membuang bahan makanan serta menggunakan semua material, melalui pemulihan energi dan sistem penggunaan by-product.

Penggunaan by-product termasuk salah satu bentuk usaha ramah lingkungan dalam pembuangan limbah dengan memanfaatkan maupun melakukan pemulihan material yang telah meninggalkan pabrik. Caranya bisa dengan beberapa metode seperti pembakaran yang bisa memproduksi energi, pendauran ulang, atau kompos.

Upaya lain adalah dengan melakukan operasional pabrik ramah lingkungan seperti memastikan keberlanjutan air lewat partisipasinya dalam program Indonesia Water Mandate Working Group. Di sini, Nestle berkampanye mengenai pentingnya Upaya penyelesaian masalah suplai air bersih, khususnya di Indonesia.

Dalam operasionalnya, Nestle menggunakan Membrane Bio-reactor dalam Waste Water Treatment Plant (unit pengolahan limbah cair). Setelah diolah, air limbah akan berubah menjadi aman untuk lingkungan serta bisa dipakai untuk menyirami tanaman dan membersihkan area non-produksi.

Apa yang Telah Diacapai Nestle dalam Upaya Ramah Lingkungan?

Komitmen Nestle dalam Upaya menjadi lebih ramah lingkungan tak sia-siap. Berbagai pencapaian telah diraihnya. Lampung Sustainability Awards adalah salah satunya. Bahkan, Nestle melalui Pabrik Panjang sukses meraih pencapaian ini berturut-turut dalam kurun waktu 2016 hingga 2018. Program zero waste to landfill yang diusungnya memastikan taka da sampah Langi yang berakhir di TPA. Buktinya adalah mengolah limbah organik untuk pakan lele.

Tak cukup sampai di situ, beberapa penghargaan lain juga diraihnya seperti tahun 2013 sampai 2017 di mana Nestle meraih Penghargaan Industri Hijau selama berturut-turut. Kemudian, pabrik di Panjang, Kejayaan, dan Karawang juga turut mendapatkan pencapaian luar biasa dalam Upaya ramah lingkungan.